CINTA KEPADA ALLAH

As Syubli (sufi ternama dan bergelar imam pada zamannya) merasakan bahwa arti cinta yang sejati dan sebenarnya, tumbuh di dalam hati harus tunggal. Sama halnya dengan “keyakinan”tidak menghendaki adanya penggandaan.Karena penggandaan cinta bukanlah cinta murni.Terlebih lagi kepada Allah SWT. Syekh Syubli r.a. menyebutkannya dengan istilah mahiyah yang berarti memadamkan (menghapuskan) selain dari yang dicintai. Rasulullah dengan tandas menyatakan: “Ada tiga hal pada seseorang yang dapat merasakan kemanisan iman dan kenyamanannya. 1) Allah dan RasulNya lebih dia cintai dari pada yang lain.2) Dia mencintai (dalam ruang) lingkup cinta kasih kepada Allah dan membenci atau marahpun dalam cinta kasih kepada Allah.3) Dia lebih senang terjun ke dalam lautan api dari pada menyekutukan Allah dengan sesuatu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: